HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2021

  • Maulida Maulida Universitas Bina bangsa Getsempena
Keywords: Knowledge, Nutritional Status, Stunting Incidence in Toddlers.

Abstract

A B S T R A C T

A good and healthy nutritional state in toddlers is an important foundation for future health. Lack of impaired growth and development. The process of rapid growth and development especially occurs at the age of 1-3 years. Under normal circumstances, height grows with age. Linear growth that is not appropriate for age can reflect the state of malnutrition in the long term which will result in stunting in children. The incidence of stunting in children is influenced by several factors, one of which is social factors so that it can result in malnutrition in children. The purpose of this study was to determine the relationship between family characteristics, knowledge and nutritional status with the incidence of stunting in the working area of ​​the Darul Aman Health Center, East Aceh Regency. The type of research used is analytic observational with a cross sectional approach. This research was conducted on March 2-17, 2021. The number of samples in this study was 46 respondents. Data were obtained by using a questionnaire and measuring height using a microtoise. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Chi-Squere test. The results showed that there was no relationship between parental education and the incidence of stunting in the Darul Aman Health Center Work Area, East Aceh Regency, with a P-Value = 0.121. There is a relationship between parental income and the incidence of stunting in the Darul Aman Health Center Work Area, East Aceh Regency, with a P-Value = 0.018. There is a relationship between parental occupation and the incidence of stunting in the working area of ​​the Darul Aman Health Center, East Aceh Regency, with a P-Value = 0.018. There is a relationship between respondents' knowledge and the incidence of stunting in children under five in the working area of ​​the Darul Aman Health Center, East Aceh Regency, with a P-Value = 0.037. There is a relationship between the nutritional status of stunting in the Darul Aman Health Center Work Area, East Aceh Regency, namely with a P-Value = 0.021. Mothers who have children under five are advised to be aware of and understand nutritious food to support the growth of early childhood.

A B S T R A K

Keadaan gizi yamg baik dan sehat pada balita merupakan fondasi penting bagi kesehatan di masa depan. Kekurangan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan. Proses tumbuh kembang yang pesat terutama terjadi pada usia 1-3 tahun. Pada keadaan normal tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan  linier yang tidak sesuai umur dapat merefleksikan keadaan gizi kurang dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan stunting pada anak. Kejadian stunting pada anak banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor sosial sehingga dapat berakibat kekurangangizi pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga, pengetahuan dan status gizi dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik adalah dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 – 17 Maret 2021. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 46 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan pendidikan orang tua dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman  Kabupaten Aceh Timur yaitu dengan nilai P-Value = 0,121. Ada hubungan pendapatan orang tua dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman  Kabupaten Aceh Timur yaitu dengan nilai P-Value = 0,018. Ada hubungan pekerjaan orang tua dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur yaitu dengan nilai P-Value = 0,018. Ada hubungan pengetahuan responden dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur yaitu dengan nila P-Value = 0,037. Ada hubungan status gizi kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman  Kabupaten Aceh Timur yaitu dengan nilai P-Value = 0,021.Kepada ibu yang mempunyai anak balita disarankan untuk menyadari dan memahami makanan bergizi demi menunjang pertumbuhan anak usia dini.

References

Biswakarma (2011) Tumbuh kembang dan Terapi pada Anak. Jakarta : Salemba Medika

Biswakarma (2015) pangan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Edited by P. Group. Jakarta

Depertemen Kesehatan RI. 2011. Program Perbaikan Gizi Makro. Jakarta : Depkes

Depertemen Kesehatan RI. 2015. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAS) RI 2014. Jakarta : Depkes
Departemen Kesehatan 2012. Program gizi makro

Dinas Kesehatan DIY. 2014. Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hidayati, RN. 2011. Hubungan Tugas Kesehatan Keluarga, Karakteristik Keluarga dan Anak dengan Status Gizi Balita Di Kementerian kesehatan RI. 2011.

Keputusan menteri kesehatan RI No.1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Kementerian Kesehatan RI.

Khoirun Ni’mah, Siti Rahayu Nandiroh 2014. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita Kemenkes RI (Ed). 2013. Standar.

Kementerian Kesehatan Repoblik Indonesia, 2016. Standar Antopometri Penilaian status gizi anak. Jakarta : Direktorat Bina Gizi.

Khomsan, 2012. Pengukuran Pengetahuan Gizi, IPB, Bogor.

Khomsan, A. 2012. Ekologi Masalah Gizi,Pangan, Dan Kemiskinan. Bandung: Alfabeta

Linda, O dan Hamal, DK.. 2011. Hubunganpendidikan dan pekerjaan Orang Tua SertaPola Asuh Dengan Status Gizi Balita Di Kotadan Kabupaten Tangerang 6.

Nagari, R. K. &Nindya, T. S. Tingkat KecukupanEnergi , Protein Dan Status Ketahanan PanganRumah Tangga Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 6-8 Tahun. AmertaNutr1, 189–197 (2017).

Manary& Solons,(2019) Faktor yang Berhubungan dengan stunting pada Balita ; Media Gizi Indonesia10(1).pp13-19

MCA (2015) Stunting dan masa Depan Indonesia ; 2010,pp.2-5

Nursanti, 2015. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. faktor-Faktor yang Berhubungan dengan asupan nutrisi Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Papas Sinar sinanti.

Oktarina, 2012 ’Hubungan Tingkat Pendidikan ibu. Pendapatan Keluarga, Kecukupan Proein&zinc dengan Stunting (Pendek) pada Balita di Kecamatan Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat,1 (2),pp.617-629.

Syafiq, 2016. Gizi dan Kesehatatn Masyarakat. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi kalsium Pada Remaja : PT. Raja Grafindo Persada.

Supariasa, 2016, Penilaian Status Gizi, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Sukandar D. 2007. Studi social Ekonomi, Aspek Pangan,Gizi dan sanitasi.

Supariasa,et,el 2013, Penilaian status Gizi, penerbit Buku kedokteran EGC Jakarta.

Sulistyoningsih, H. 2011. Gizi UntukKesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: GrahaIlmu

Sulistianingsih, A. &Yanti, D. A. M. Kurangnya Asupan Makan Sebagai Penyebab Kejadian Balita Pendek (Stunting). Dunia Kesehatan. 5, 71–75 (2013).

Sari, I. Y., Ningtyias, F. W. & Rohmawati, N. Konsumsi Makanan dan Status Gizi Anak Balita (24–59 bulan) di Desa Nelayan Puger Wetan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Artik. Ilm. Has. Penelit. Mhs. (2016).

Timmreck, C.T. 2005. Epidemiologi SuatuPengantar. Jakarta: EGC
Article Metrics
Abstract views: 178
PDF downloads: 231
Published
2022-02-28
Section
Articles