TUGAS KESEHATAN KELUARGA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DESA KAYEE LEE KECAMATAN INGIN JAYA TAHUN 2022

  • Maulida Maulida Universitas Bina Bangsa Getsempena
Keywords: Knowledge, Nutritional Status, Stunting Incidence in Toddlers.

Abstract

Keluarga memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Karena itu, upaya pemberdayaan keluarga pun sangat diperlukan. “Keluarga adalah bagian dari masyarakat, merupakan faktor penentu bagaimana kita berusaha melakukan pencegahan dan penanganan stuntin. Keadaan gizi yamg baik dan sehat pada balita merupakan fondasi penting bagi kesehatan di masa depan.Kekurangan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan. Proses tumbuh kembang yang pesat terutama terjadi pada usia 1-3 tahun.Pada keadaan normal tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.Pertumbuhan  linier yang tidak sesuai umur dapat merefleksikan keadaan gizi kurang dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan stunting pada anak.Kejadian stunting pada anak banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor sosial sehingga dapat berakibat kekurangangizi pada anak.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tugas Kesehatan keluarga tentang upaya pencegahan Stunting desa Kayee Lee Kecamatan Ingin Jaya Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik adalah dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 – 18 Juni  2022. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 38 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian didapat adalah pengaruh tugas keluarga tentang upaya pencegahan Stunting diperoleh bahwa dari 24 (100%) tugas keluarga Baik, dimana mayoritas perubahan perilaku dalam upaya pencegahan stunting Ada yaitu 95,8%, sedangkan 14 (100%) Tugas keluarga Kurang, dimana mayoritas tidak ada perubahan perilaku dalam upaya pencegahan stunting yaitu 64,3%. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0.000 maka dapat disimpulkan pengaruh Tugas keluarga terhadap upaya pencegahan stunting. Dari hasil analisis juga diperoleh nilai OR=41.23, artinya keluarga yang  melakukan tugas keluarga 41 kali lebih baik dalam dalam upaya perubahan perilaku terhadap pencegahan stunting.keluarga perlu untuk memperhatikan kandungan gizi yang baik pada makanan anak untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Keluarga juga wajib memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik mengenai bagaimana mendapatkan dan memberikan nutrisi pada anak. Nutrisi tidak harus mahal, yang terpenting adalah kualitasnya. Selain parenting atau pola pengasuhan yang baik, diperlukan juga rangsangan psikososial, meliputi simulasi yang dilakukan orang tua pada bayi dan anak. Kebersihan dan sanitasi yang baik juga menjadi faktor penting dala mendukung tumbuh kembang optimal pada anak. jika pada fase 1.000 hari pertama kehidupan tidak adekuat nutrisinya, berbagai masalah kesehatan dapat muncul. Masalah ini dapat muncul mulai dari usia bayi hingga tua. Jadi efeknya itu sampai usia tua,Bukan hanya sebentar atau  sesaat.

 

Abstrak

Families have a crucial role in preventing and dealing with stunting or stunted children. Therefore, efforts to empower families are also very necessary. “Family is part of society, is a determining factor in how we try to prevent and treat stuntin. The state of good and healthy nutrition in toddlers is an important foundation for future health. Lack of disruption to growth and development. The process of rapid growth and development mainly occurs at the age of 1-3 years. Under normal circumstances, height grows with age. Linear growth that is not according to age can reflect the state of malnutrition in the long term will result in stunting in children. Incidence of stunting in children are influenced by several factors, one of which is social factors so that it can result in malnutrition in children. The purpose of this study was to find out family health tasks regarding prevention of stunting in Kayee Lee village, wanted Jaya district in 2022. The type of research used was analytic with a cross sectional approach. . This research was conducted on 11-18 June 2022. The number of samples in this study were 38 respondents. The data was obtained using a questionnaire. The results showed that the results of the study were the influence of family tasks on efforts to prevent stunting, it was found that from 24 (100%) family duties were good, where the majority of behavior changes in efforts to prevent stunting were 95.8%, while 14 ( 100%) Less family tasks, where the majority there is no change in behavior in the effort to prevent stunting, which is 64.3%. The results of statistical tests obtained p value = 0.000, so it can be concluded that the effect of family duties on stunting prevention efforts. From the results of the analysis, the value of OR = 41.23, it means that families who carry out family tasks are 41 times better in changing behavior towards stunting prevention. Families need to pay attention to good nutritional content in children's food to support optimal growth and development. Families are also required to have good awareness and knowledge about how to get and provide nutrition to children. Nutrition does not have to be expensive, the most important thing is the quality. In addition to good parenting or parenting patterns, psychosocial stimulation is also needed, including simulations performed by parents on infants and children. Good hygiene and sanitation are also important factors in supporting optimal growth and development in children. If the first 1,000 days of life are not properly nourished, various health problems can arise. This problem can appear from infancy to old age. So the effect is until old age, not just for a moment or for a moment.

References

Biswakarma (2015) panganGizidalamSiklusKehidupan. Edited by P. Group. Jakarta

Depertemen Kesehatan RI. 2011. ProgramPerbaikan Gizi Makro. Jakarta:Depkes

Depertemen Kesehatan RI. 2015. Hasil RisetKesehatan Dasar (RIKESDAS) RI2014.Jakarta: Depkes
Departemen Kesehatan 2012. Program gizimakro

Hidayati, RN. 2011. Hubungan TugasKesehatan Keluarga, Karakteristik Keluarga dan Anak dengan Status GiziBalita Di Kementerian kesehatan RI. 2011.

Keputusan menterikesehatan RI No.1995/Menkes/SK/XII/2010 tentangStandarAntropometriPenilaian Status Gizi Anak. Kementerian Kesehatan RI.

KhoirunNi’mah, Siti RahayuNandiroh 2014. Faktor yang berhubungandengankejadian stunting pada balitaKemenkes RI (Ed). 2013. Standar.

Kementerian Kesehatan Repoblik Indonesia, 2016. StandarAntopometriPenilaian status gizianak. Jakarta :Direktorat Bina Gizi.

Khomsan, 2012. PengukuranPengetahuanGizi, IPB, Bogor.

Khomsan, A. 2012. Ekologi Masalah Gizi,Pangan, Dan Kemiskinan. Bandung: Alfabeta

Linda, O dan Hamal, DK.. 2011. Hubunganpendidikan dan pekerjaan Orang Tua SertaPola Asuh Dengan Status Gizi Balita Di Kotadan Kabupaten Tangerang 6.

Nagari, R. K. &Nindya, T. S. Tingkat KecukupanEnergi , Protein Dan Status KetahananPanganRumahTanggaBerhubunganDengan Status Gizi Anak Usia 6-8 Tahun. AmertaNutr1, 189–197 (2017).

Manary&Solons,(2019) Faktor yang Berhubungandengan stunting pada Balita ; Media Gizi Indonesia10(1).pp13-19

MCA (2015) Stunting dan masa DepanIndonesia ; 2010,pp.2-5

Nursanti, 2015. JurnalKedokteran dan Kesehatan. faktor-Faktor yang Berhubungandenganasupannutrisi Ibu Hamil di PuskesmasKecamatanCilincing Jakarta Utara. Papas Sinarsinanti.

Oktarina, 2012 ’Hubungan Tingkat Pendidikan ibu. PendapatanKeluarga, KecukupanProein&zincdengan Stunting (Pendek) pada Balita di Kecamatan Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat,1 (2),pp.617-629.

Syafiq, 2016. Gizi dan Kesehatatn Masyarakat. Faktor-Faktor yang MempengaruhiKonsumsikalsium Pada Remaja : PT. Raja GrafindoPersada.

Supariasa, 2016, Penilaian Status Gizi, Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC Sukandar D. 2007. Studi social Ekonomi, AspekPangan,Gizi dan sanitasi.

Supariasa,et,el 2013, Penilaian status Gizi, penerbitBukukedokteran EGC Jakarta.

Sulistyoningsih, H. 2011. Gizi UntukKesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: GrahaIlmu

Sulistianingsih, A. &Yanti, D. A. M. Kurangnya Asupan Makan Sebagai Penyebab Kejadian Balita Pendek (Stunting). Dunia Kesehatan. 5, 71–75 (2013).
Article Metrics
Abstract views: 49
PDF downloads: 42
Published
2022-07-25
Section
Articles