PENGARUH DUKUNGAN MERTUA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA

  • Hafriani Universitas Bina Bangsa Getsempena
Keywords: Knowledge, Nutritional Status, Stunting Incidence in Toddlers

Abstract

Dukungan mertua merupakan hal yang berpengaruh terhadap keberlangsungan pemberian ASI, ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak bayi lahir sampai dengan usia 6 bulan tanpa ada tambahan makanan atau minuman lain. Dukungan mertua sejalan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan mertua terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Dewantara kabupaten aceh utara. Jenis penelitian ini adalah   bersifat analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Penelitian  menggunakan  Purposive  Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan Metode penyebaran kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa frekuensi dukungan   mertua lebih dari setengah responden (52,7%) mendukung dan pemberian ASI eksklusif lebih dari setengah responden (52,7%) diberikan ASI eksklusif, sedangkan hasil analisis bivariat diperoleh bahwa ada hubungan antara dukungan mertua terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan nilai p value 0,000 < α 0,05 menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan   antara   dukungan   mertua   terhadap   pemberian   ASI   eksklusif. Diharapakan kepada tempat penelitian agar dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua agar dapat memberikan dukungan kepada ibu yang memberikan ASI eksklusif, agar ASI eksklusif berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Abstract

Mother-in-law's support is something that affects the continuity of breastfeeding, exclusive breastfeeding is breastfeeding babies from birth to 6 months of age without any additional food or drink. Mother-in-law's support goes hand in hand with exclusive breastfeeding for babies. The purpose of this study was to determine the effect of parent-in-law's support on exclusive breastfeeding for infants in the working area of ​​the Dewantara Public Health Center, North Aceh Regency. This type of research is analytic with a “Cross Sectional” approach. This research uses purposive sampling. This research was conducted with the method of distributing questionnaires. Data processing is done by using the chi square test. The results of the univariate analysis showed that the frequency of parent-in-law's support was more than half of the respondents (52.7%) and more than half of the respondents (52.7%) were given exclusive breastfeeding, while the results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between parent-in-law's support for breastfeeding. Exclusive breastfeeding for infants with p value 0.000 < 0.05 states that there is a significant relationship between parent-in-law's support for exclusive breastfeeding. It is hoped that the research site can provide counseling to parents so that they can provide support to mothers who give exclusive breastfeeding, so that exclusive breastfeeding goes as expected.

References

Afifah. (2007). Faktor Yang Berperan Dalam Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Volume 21, No (3): 50-52. Semarang : Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Amal, S.L. (2011). Faktor-Faktor Yang Menghambat Praktik ASI eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan. Semarang : Bantul STIKes Ainsyah.

Arifin, S. (2010). Pemberian Asi Eksklusif Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Sumatera Utara : Fakultas Kedokteran.

Arif, N. (2009). ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Jakarta : Med Press

Astuti, I. (2013). Determinan ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui. Jurnal Health Quality, Volume 4, No (1): Halaman1 – 76.

Data Kemenkes RI. (2019). Data dan Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kemenkes RI.

Firmansyah, M. N. (2012). Pengaruh karakteristik (pendidikan, pekerjaan),
pengetahuan dan sikap ibu menyusui terhadap pemberian ASI Eksklusif Di Kabupaten Tuban. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, Volume 1, No (1) : Halaman 62-71. Yogyakarta : Poltekkes Yogyakarta.

Kemenkes RI. (2019). Data Dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta : Kemenkes RI.

Mardeyanti. (2007). Pengaruh karakteristik dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Volume 1, No (2). Palangkaraya : Poltekkes Palangkaraya.

Maruf. (2010). Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kompetensi Bidan. Sistem Kesehatan RI. Jurnal Penelitian Sistem Kesehatan, Januari 2010; Volume 13. No (1). Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
ufdillah. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui Pada Program
ASI Eksklusif. Yogyakarta : Universitas Yogyakarta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurnilawati, J. (2016). Hubungan Dukungan Mertua Dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif. No 4. Yogyakarta. Fakultas Keperawatan Universitas Riau.

Prasetyono, S. (2010). Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press.

Rahardjo. (2006). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Satu Jam Pertama Setelah Melahirkan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 2006 : No 12. Surakarta : STIKes Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, A. (2007). Karakteristik Ibu Yang Memberikan ASI Eksklusif Status
Gizi Bayi. Jurnal Al Ulum, Vol. 3 No.3 : 8-14.
Rahmadani,E.P.,LubisG.,& Edison.(2013). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare Akut Pada Bayi Usia 0-1 Tahun Di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2(2) : 34-38

Rohani. (2007). Pengaruh Karakteristik Ibu Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif. Sumatera Utara : Fakultas Kedokteran.

UNICEF. (2001). Paket Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak. Jakarta: Unicef.

WHO. (2014). Global Nutrition Targets Breastfeeding Policy Brief. Riau : Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Article Metrics
Abstract views: 17
PDF downloads: 14
Published
2022-07-25
Section
Articles