KETRAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SD NEGERI 14 BANDA ACEH
DOI:
https://doi.org/10.46244/buahhati.v6i1.576Keywords:
Teacher skills, variation of stimulusAbstract
The problem in this study is that teachers are required to give a lot of variation in teaching, because by giving variation the learning is more successful. Instead the teacher who continues to teach with lectures from beginning to end will cause boredom for students. The lack of teachers in providing stimulation variations to students can cause students to be lazy to learn, regardless of the teacher, students are busy with their own work. The purpose of this study is to find out the teacher's skills in providing a variety of stimuli in the learning process in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh. This type of research is descriptive. The subjects in this study were teachers who taught in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh, amounting to 4 teachers. In this study the authors used observations and questionnaires as research instruments. Data from the test results were processed using descriptions. The results of the study can be concluded that the majority of teachers in delivering material using sounds that are too high are in the good category as many as 2 people (50%) and the teacher uses verbal emphasis combined with members of the body in the adequate category of 4 people (100%). The results of the questionnaire showed that the teacher provided a variety of stimuli when learning was in the frequent category of 3 people (75%), never 1 person (25%) in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh.
Abstrak
Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru dituntut banyak memberi variasi dalam mengajar, karena dengan memberikan variasi maka pembelajaran semakin berhasil. Sebaliknya guru yang terus-menerus mengajar dengan ceramah dari awal sampai akhir akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Kurangnya guru dalam memberikan variasi stimuluas kepada siswa bisa menyebabkan siswa malas belajar, tidak memperdulikan guru, siswa sibuk dengan kerjaan sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketrampilan guru dalam memberikan variasi stimulus dalam proses pembelajaran di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh.Jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh yang berjumlah 4 orang guru.Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi dan angket sebagai instrumen penelitian. Data hasil tes diolah dengan menggunakan deskripsi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas guru dalam menyampaikan materi menggunakan suara yang terlalu tinggi berada pada kategori baik sebanyak 2 orang (50%) dan guru menggunakan penekanan secara verbal dikombinasikan dengan anggota badan berada pada kategori cukup sebanyak 4 orang (100%). Hasil angket menunjukkan bahwa guru memberikan variasi stimulus pada saat pembelajaran berada pada kategori sering yaitu 3 orang (75%), tidak pernah 1 orang (25%) di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh.
Kata Kunci: ketrampilan guru, variasi stimulus
References
Abied. 2009. Ketrampilan Mengadakan Variasi dalam Pengajaran. http://iewanbudhi.blogspot.co.id/2010/02/ketrampilan-mengadakan-variasi-dalam.html Aunurrahman, 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Djamarah. Syaiful Bahri, 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. Faried, 2009. Media Pembelajaran,Jakarta: PT. Raja Grafindo
Fasli Jalal. 2007. Sertifikasi Guru Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu. http://www.sertifikasiguru.org
Hamalik. Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Hudojo, 2003.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika, Common Textbook, (Malang: Jurusan Matematika, FMIPA)
Hasibuan. 2006. Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara
Kunandar. 2007. Guru Profesional (Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi guru). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Margono, 2010.Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. Mohd.Uzer Usman. 2008. Menjadi Guru Profesional, Edisi kedua. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muhsetyo Gatot. dkk. 2007. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Nasution. 2000. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan Remaja. Bandung: Rosdakarya. Purwadinata. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soegito, Edi dan Yuliani Nurani. 2002. Kemampuan Dasar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka. Sudirman. 2005. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sukirman. 2006. Peningkatan Profesional Guru melalui Lesson Study pada Diklat Lesson Study bagi Guru Berprestasi dan Pengurus MGMP MIPA SMP se-Indonesia Tengah. Yogyakarta: FMIPANY.
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Usman. 2010. Manajemen: Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Yamin. 2008. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. Zainal, Asri. 2010. Micro Teaching. Jakarta: Rajawali Pers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








.png)







