PERANAN ORANGTUA, GURU, DAN TEMAN SEBAYA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.46244/tunasbangsa.v7i1.979Keywords:
Morality Deterioration, Parent, Teacher, Peer Modelling, Character EducationAbstract
Moral deterioration of a nation is caused by lack of character education in its people. It is found that social infraction, immoral infraction, and free sex has become a culture and habit. It seems that a child considered these morality infractions as usual thing for him/her. Thus, where this nation will go? The next generation as realization of struggle in doing improvement and the maintenance of the truth which based on honesty should be given firm foundation by character education which is started from parent, teacher and peer modelling in their neighbourhood. Parent modelling become first and main factor in children’s character education, because parent is closest persons with their personality in the whole. Then teacher “is obeyed and imitated”, which means children will see example from teacher modelling in learning routine in elementary school, while peers in neighbourhood as second realization who will build a life morality. Good or bad morality depended on who is their closest friend. Parent, teacher, and peer in children neighbourhood should be able to become good modelling in order to give motivation, inspiration in children’s character education toward 2045 golden Indonesia.
Abstrak
Terjadinya keterpurukan moralitas suatu bangsa disebabkan lunturnya pendidikan karakter pada rakyatnya. Banyak ditemukan pelanggaran sosial, pelanggaran asusila, pergaulan bebas yang sudah membudaya dan terbiasa. Seakan-akan seorang anak sering menemukan pelanggaran moralitas tersebut menjadi hal yang biasa dalam dirinya. Maka, akan dibawa kemana arah bangsa ini? Generasi penerus bangsa, tunas-tunas harapan sebagai wujud perjuangan dalam melakukan sebuah perbaikan serta tegaknya kebenaran yang berladaskan kejujuran seharusnya diberikan pondasi yang kokoh dengan pendidikan karakter yang dimulai dari keteladanan orangtua, guru, dan teman di lingkungannya. Keteladanan orangtua menjadi faktor yang pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak, karena orangtua merupakan orang yang paling dekat dengan kepribadiannya secara utuh, kemudian guru “digugu dan ditiru” yang berarti anak akan melihat contoh dari keteladanan seorang guru dalam rutintas pembelajaran di sekolah dasar, sedangkan teman di lingkungan sebagai perwujudan kedua yang akan menunjang sebuah pendidikan moralitas kehidupan, baik buruknya moralitas anak tergantung siapa teman yang berada didekatnya. Orangtua, guru, dan teman di lingkungan anak harus mampu menjadi teladan yang baik sehingga dapat memberikan motivasi, insfirasi dalam pendidikan karakter anak dalam rangka menuju Indonesia emas 2045.
Kata Kunci: Keterpurukan Moralitas, Ketauladanan Orangtua, Guru, Teman Membangun Pendidikan Karakter
References
Budiamin, A. Hafidz, D.H. Daim (2006) Perkembangan Peserta Didik. Bandung: UPI PRESS
Hasbullah, N. (2005). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Irani, D. (2014). Seribu Satu Kesalahan Dalam Mendidik Anak. Jakarta:PT Elex Media Komputindo.
Lickona, T. (2012) Educating For Character: Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Purwanto, N. (2007). Ilmu Pendidikan teoritis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purwanto, N. (2011). Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga. [online]. Tersedia:http://id.shvoong.com/socialsciences/education/2118664-pendidikan-dalam-lingkungan-keluarga [8 April 2011]
Sadulloh, U., Robandi, B., dan Muharam, A. (2007). Pedagogik. Bandung: Cipta Utama.
Santrock, J.W. (2007) Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Santrock, J.W. (2012) Lipe Span Depeloopment: Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga.
Tirtarahardja, U. dan Sulo, S. L. L. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









12.jpg)







