HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS EROMOKO I WONOGIRI
DOI:
https://doi.org/10.46244/ghsj.v4i1.3149Keywords:
Pola Pemberian Makan, Status Gizi, Anak Usia 3-5 TahunAbstract
Masalah berat badan kurang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, khususnya pada anak usia 3-5 tahun. Ketidakseimbangan pola pemberian makan, baik dari segi jenis, jumlah, maupun jadwal makan, dapat memengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Eromoko I, Wonogiri. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian melibatkan 83 anak di wilayah tersebut yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ) yang merupakan kuesioner baku yang telah tervalidasi secara internasional dan pengukuran berat badan berdasarkan usia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman-rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan yang baik dan status gizi normal pada anak usia 3-5 tahun (p=0,00). Analisis variabel perancu terhadap status gizi menunjukkan bahwa pendapatan orang tua, usia anak, dan jenis kelamin anak tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi. Namun, pendidikan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi (p=0,009). Penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menyediakan pola makan seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini secara optimal.
References
Banjarnahor, R. O., Banurea, F. F., Panjaitan, J. O., Pasaribu, R. S. P., & Hafni, I. (2022). Faktor-faktor risiko penyebab kelebihan berat badan dan obesitas pada anak dan remaja: Studi literatur. Tropical Public Health Journal, 2(1), 35-45.
Hanifah, R. N., Djais, J. T. B., & Fatimah, S. N. (2020). Prevalensi Underweight, Stunting, dan Wasting pada Anak Usia 12-18 Bulan di Kecamatan Jatinangor. JSK, 5(3), 3-7.
Kemenkes. (2020a). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Menteri Kesehatan RI.
Kemenkes. (2022). Buku Saku Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. In Kemenkes (pp. 1-7).
Pangaribuan, H., Mangemba, D., Musaidah., & Appulembang, I. (2021). Perkembangan Motorik dan Psikososial dengan Stunting pada Anak Prasekolah. Jurnal Kesehatan Manarag, 7, 45-51.
Pratama, B.A. (2019). Analisis Statistik dan Implementasinya. Bantul: K-Media.
Pristiya, T. Y., & Rinowanda, S. A. (2019). Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pola Asuh Keluarga dengan Status Gizi Anak Prasekolah di TK Negeri Pembina 1 Kota Tangerang Selatan 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11(1), 88-89.
Puteri, S. K. S., Kartini, A., Nuryana, R., & Sumarmi. (2024). Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bontokassi Kecamatan Galesong Selatan. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 9(2), 11-15.
Rahma, N. A., Zanaria, T. M., Nurjannah, N., Husna, F., & Putra, T. R. I. (2020). Faktor risiko terjadinya kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 29-33.
Riset Dinas Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 07 Mei 2024, dari https://repository.urecol.org/index.php/proceeding/art-icle/view/2403
Said, I., Pradana, A. K., Suryati, T., & Barokah, I. F. (2021). Hubungan Pola Pemberian Makanan Bayi Dan Anak, Pengetahuan Gizi Ibu Dengan Status Gizi Bayi 6-24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Jurnal Kesehatan Global, 4(2), 82-91.
Saputra, R., Mahaputra, M. R., & Wala, G. N. (2024). Pengaruh Social Support dan Self-Esteem Terhadap Optimisme Mahasiswa Akhir. Jurnal Greenation Sosial dan Politik, 2(3), 21-30. https://doi.org/10.38035/jgsp.v2i3
Septikasari, M. (2018). Status Gizi Anak dan Faktor yang Mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press.
Siahaya, G., Rehena, Z., & Elsunan, F. Y. R. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Seram Bagian Timur. Moluccas Health Journal, 3(3), 78-84.
Siallagan, A., Pane, J., Simanulang, M.S., & Daminik, V. (2023). Status Gizi dan Pola Makan pada Anak. Jurnal Gawat Darurat, 5(2), 99-106.
Sugiyono. (2021). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Tsani, A. F. A., Irawati, L., & Dieny, F. F. (2018). Pengaruh Faktor Jenis Kelamin dan Status Gizi terhadap Satiety pada Diet Tinggi Lemak. Journal of Nutrition College, 7(4), 203-208.
UNICEF. (2018). Undernutrition contributes to nearly half of all deaths in children under 5 and is widespread in Asia and Africa. Diakses 05 Mei 2024, dari https://data.unicef.org/topic/nutrition/malnutrition/
WHO. (2020). Stunting prevalence among children under 5 years of age (%). Diakses 05 Mei 2024, dari https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indica-tor-details/GHO/gho-jme-stunting-prevalence
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








11.jpg)




