VARIASI FONOLOGI DAN LEKSIKON DIALEK ANGKOLADESA SIALAGUNDIDI DESA AEK GARUGURKABUPATEN TAPANULI SELATAN
Keywords:
Variasi Dialek, Fonologi, LeksikonAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Variasi Fonologi Dan Leksikon dialek Angkola Desa Sialagundi di Desa Aek Garugur Kabupaten Tapanuli Selatan dengan alat bantu perekam dan wawancara langsung. Setelah data terkumpul selanjutnya peneliti mengelompokkan berdasarkan mulai dari kata benda, kata kerja, kata sifat berdasarkan rumus wajib Swadess.Kemudian dilakukan pengidendifikasian, menganalisis berdasarkan Variasi Fonologi dan Leksikon.Variasi Fonologi Dialek Angkola Desa Sialagundi di Desa Aek garugur tidak terdapat banyak perbedaan yang berarti. Variasi Leksikon Dialek Angkola Desa Sialagundi di Desa Aek Garugur terdapat perbedaan konsonan ‘KK” dan di Desa Aek Garugur menggunakan atau menyisipkan kata “ ng” .Dan penyebabnya adalah faktor geografis karena Desa Sialagundi yang lebih dekat dengan perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara yang memakai kosa kata “ Batak Toba” dan Aek Garugur yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Mandailing Natal yang mempergunakan kosa kata “ Mandailing “.
References
Alwasilah. A. Chaer., 1985, Beberapa Madhab dan Dikotomi Teori Linguistic, Bandung: Angkasa.
Afifah, Nur., 2011, Analisis Konstrastif dan Interferensi Bahasa Batak Angkola Terhadap Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri 100090 Lobulayan Angkola Barat Tapanuli Selatan T.P 2010/2011, Medan: Program Pascasarjana UMN Al Washliyah.
Atmawati, Dwi, 2005, Dalam Kumpulan Makalah Seminar Internasional Bahasa Dalam perspektif Dinamika Global: USU Medan.
Chear, Abdul, 2007, Leksikologi dan Leksikografi Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta.
Chear, Abdul, 2010, Sosiologi, Jakarta: Rineka Cipta.
Laksono, Kisyani, 2004,. Kajian Dialektologis Bahasa Jawa, Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Lubis, Syahron, dkk., 1995, Kamus Indonesia Angkola, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Mahsun, 1997, Dialektologi Diakronis Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Gajahmada University press.
Mahsun, 2006, Metode Penelitian Bahasa, Jakarta: Raja Grafindo.
Maya, Hasmita, 2014, Variasi Bahasa Dalam Masyarakat Suku Melayu dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Medan: Sekolah Pascasarjana UMN Alwasliyah.
Mulyono. M. Anton., 1988, Tata Bahasa Baku Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Nandra dan Reniwati, 2009, Dialektologi Teori Dan Metode, Yogyakarta: Almatera Publishing.
Nasir, Muhammad., 2005, Meode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Ohoiwutun Paul, 1997, Sosiolinguistik, Memahami Bahasa Dalam Konteks Masyarakat Dan Kebudayaan, Jakarta: Kesaint Blanc Indonesia.
Sudaryanto, 1993, Metode dan Teknik Analisis Bahasa, Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sulistiyaningsih, 2005, Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara linguistic”, Yokyakarta: Duta.
Syamsudin, 2006, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tinggi Barani, H., 2008, Bahasa Angkola, Padangsidimpuan: Pustaka Timur.
Wahya, Mengenal Sekilas Dialektologi: Kajian Interdisipliner Tentang Variasi dan Perubahan Bahasa, Jurnal Lingua Vol.9 no.1, Maret. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








1.jpg)








