EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENGURANGI PRASANGKA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Keywords:
Prejudice, Group Guidance, SociodramaAbstract
In discussing prejudice in relationships between groups we need to know that prejudice is not an instinct that is born, but something that is learned. Because prejudice comes from what we have learned, it can be changed or reduced and can also be prevented from arising (Nasution, S. 2009). Guidance and counseling is the assistance of individuals in obtaining self-adjustments that are in accordance with their level of development. Through guidance and counseling services, students are helped to be able to achieve their development tasks well (Mohammad Surya, 1988). By using qualitative research methods, case study models are carried out in depth to determine the background, circumstances, and interactions that occur. The results obtained are the main cause of the emergence of prejudice because individuals do not know the other individuals correctly. In addition, there are also students who have previous unpleasant experiences with other individuals. The existence of our group vs. them is also very clearly seen here. Other groups are considered to have differences that are not in accordance with the norms of the "us" group.
Abstrak
Dalam membicarakan prasangka dalam hubungan antar kelompok perlu kita ketahui bahwa prasangka bukanlah suatu instink yang dibawa lahir, melainkan sesuatu yang dipelajari. Karena prasangka berasal dari apa yang telah kita pelajari, maka dapat diubah atau dikurangi dan dapat pula dicegah timbulnya (Nasution, S. 2009). Bimbingan dan penyuluhan merupakan bantuan individu dalam memperoleh penyesuaian diri yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Melalui layanan bimbingan dan konseling, siswa dibantu agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik (Mohammad Surya, 1988). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif model studi kasus, yang dilakukan secara mendalam guna mengetahui latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Hasil yang didapat adalah penyebab utama munculnya prasangka ialah karena individu belum mengenal individu yang lain secara benar. Selain itu juga para peserta didik juga ada yang memiliki pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya dengan individu lain. Adanya kelompok kita vs mereka juga sangat terlihat jelas disini. Kelompok lain dianggap memiliki perbedaan yang tidak sesuai dengan norma kelompok “kita”.
Kata Kunci: Prasangka, Bimbingan Kelompok, Sosiodrama
References
Ahmadi, A. (2002). Psikologi Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Aisyah, S. (2018). Perlunya Pelayanan Bimbingan Konseling di Sekolah (Ditinjau Dari Aspek Psikologis, Sosial Budaya, dan Perkembangan Iptek). Jurnal Educatoin and Development , 56-63.
Amirudin, A. S. (2008). Prasangka Sosial dan Efektivitas Komunikasi Antar Kelompok. Mediator , 201-220.
Amti, P. &. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rhineka Cipta.
Apriatama, D. (2018). Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai-Nilai Budaya Huma Betang Untuk Mengurangi Prasangka Sosial Siswa. Insight , 236-250.
D.C, D. (2015). Hubungan Antara Prasangka dengan Agresivitas pada Agama (Kristen-Islam) di Poso tahun 1998-2001. Salatiga: Fakultas Psikologi. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Femita Adelina, F. H. (2017). Hubungan Antara Prasangka Sosial dan Intensi Melakukan Deskriminasi Mahasiswa Etnis Jawa Terhadap Mahasiswa yang Berasal dari Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sains Psikologi , 1-8.
Fitria, N. (2013). Model Bimbingan Kelompok Berbasis Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Untuk Mengurangi Prasangka Sosial. Jurnal Bimbingan Konseling , 72-78.
G, M. &. (2012). Psikologi Sosial Edisi 10. Jakarta: Salemba Humanika.
Gordon, A. (1954). The Nature Of Prejudice. New York: Doubleday Books.
Hakim, F. H. (2012). Deprivasi Relatif dan Prasangka Antar Kelompok. Jurnal Psikologi , 121-128.
Hidayat, D. R. (2013). Faktor-Faktor Penyebab Kemunculan Prasangka Sosial (Sosial Prejudice) Terhadap Pelajar. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi , 40-53.
Kristiono, M. S. (2008). Perbedaan Prasangka antara Etnis Jawa dan Etnis Cina di Kota Solo. Psikodimensia. Kajian Ilmiah psikologi , 185-194.
Marista, Y. (t.thn.). Perbedaan Prasangka Siswa Jawa Terhadap Etnis Cina Antara Siswa SMA Negeri 2 Ungaran dengan Siswa SMA Don Bosko Semarang. 2-11.
Prayitno. (1995). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Ghalia Indonesia.
Rois, S. K. (t.thn.). Tawuran, Prasangka, Terhadap Kelompok Siswa Sekolah Lain, Serta Konformitas pada Kelompok Teman Sebaya. Proyeksi , 85-94.
Sobur, A. (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Soelaeman, M. (2005). Ilmu Sosial Dasar. Bandung: PT Refika Aditama.
Sulaiman, E. (2004). Perbedaan Prasangka Petugas Lembaga Pemasyarakatan Terhadap Beberapa Kelompok Narapidana dengan Jenis Tindak Pidana Tertentu. Jakarta: Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Sumarno, E. (2003). Hubungan Antara Prasangka dengan Kecenderungan Perilaku Agresif Masyarakat Pribumi Terhadap Etnis Cina di Kelurahan Taman Sari RW 05 Jakarta Barat. Jakarta: Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia.
Suprapto, M. H. (t.thn.). Anak dan Prasangka : Intervensi Terhadap Prasangka Sejak Dini. 194-206.
Syamsudin. (1980). Bimbingan dan Konseling Kelompok. Yogyakarta: Kartika.
Syamsul Bachri, I. L. (2013). Pengaruh Religiusitas dan Kepribadian Lima Faktor terhadap Prasangka Sosial kepada Jama'ah Tabligh. Tazkiya , 227-242.
T, R. (2001). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.
Vera Sriwahyuningsih, A. M. (2016). Hubungan Prasangka dan Frustasi dengan Perilaku Agresif Remaja. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia , 38-51.
W.S, W. (2012). Bimbingan Konseling di Intuisi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Wahyuti, S. M. (2015). Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Pemahaman Multikultural dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Profesi Pendidik , 26-34.
Wibiosono, S. (2012). Orientasi Keberagaman, Modal Sosial dan Prasangka Terhadap Kelompok Agama Lain pada Mahasiswa Musim. Insan , 136-148.
Wibowo, M. E. (2005). Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UNNES Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









12.jpg)







