UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI PUISI MELALUI MODEL TABA

  • Warsiman Universitas Brawijaya
Keywords: Taba Model, Appreciation, Poetry, CAR

Abstract

Learning activities of appreciation of literary works, especially poetry which have been conducted by the teacher, need to be reviewed. The learning process that is dominated by the teacher can limit student involvement. This study aims to improve students' ability to appreciate poetry through Taba model. This research was conducted for one month. This research used the classroom action research (CAR) method. The data were analyzed quantitatively. The research results obtained that the ability of students to appreciate in poetry were increased. It can be seen from the evaluation results of learning and observations of teacher and student activities. The evaluation results of Cycle I is 51.5 Cycle II 71.3 and Cycle III 85, while the results of observation of Cycle I from 'less' criteria turned into 'enough', Cycle II from 'enough' to 'good' and cycle III from 'good' to 'very good'. From these results it can be concluded that learning through Taba model can improve students' ability to appreciate poetry.

Abstrak

Kegiatan pembelajaran apresiasi karya sastra terutama puisi yang selama ini dilakukan oleh guru, perlu ditinjau kembali. Proses pembelajaran yang didominasi oleh guru dapat membatasi keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi melalui model Taba. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kemampuan siswa mengapresiasi dalam puisi meningkat. Hal itu dapat dilihat dari hasil evaluasi belajar dan hasil observasi kegiatan guru dan siswa. Siklus I hasil evaluasi 51,5 siklus II 71,3 dan siklus III 85, sedangkan hasil observasi siklus I dari kreteria ‘kurang’ berubah menjadi ‘cukup’, siklus II dari ‘cukup’ berubah menjadi ‘baik’ dan  siklus III dari ‘baik’ berubah menjadi ‘sangat baik’. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran melalui model Taba dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi.

 Kata Kunci: Model Taba, Apresiasi, Puisi, PTK

References

Aftarudin, P. (1983). Pengantar Apresiasi Puisi. Bandung: PT Angkasa.

Ahmadi, M. (1990). Strategi Belajar Mengajar: Ketrampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Malang: YA3.

Aqib, Zainal.(2007). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Yrama Widya.

Arikunto, S. (1996). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Adun, R. (1997). Penerapan Model Mengajar Induktif dengan Menggunakan Pendekatan Analogi sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pengajaran Biologi: Studi Peningkatan Pembelajaran Biologi di Kelas III SMU Negeri di Kabupaten Ciamis. Tesis. PPS IKIP Bandung.

Apriyanti, Iis dan Gurning, Busmin. (2014). Improving Students Achievement in Reading Comprehension by Applying The Taba Model. Vol.3 No.1 (http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/ellu/article/view/1396/1154 diakses pada 22 November 2015).

Arsyad, M.G., dkk. (1986). Apresiasi Puisi: Kesusastraan II. Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud.

Depdikbud. (1988). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Depdikbud. (1994). Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta: Dirjen. Dikdas. Depdikbud.

Depdikbud. (1994). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PPPGSM. Dirjen. Dikti. Depdikbud.

DePorter, B., dkk. (1999). Quantum Teaching: Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas (Penerjemah Ary Nilandari). Bandung:Penerbit Kaifa.

Gani, R. (1988). Pengajaran Sastra: Respon dan Analisis. Jakarta: Dirjen. Dikti. Depdikbud.

Ikhsan. (2007). Penerapan Model Pembelajaran Induktif Menurut Hilda Taba untuk Meningkatkan Keterampilan Rasional dalam Pembelajaran Fisika di SMP. Skripsi. FPMIPA UPI Bandung.

Kurniasih. (2005). Pengembangan Model Pembelajaran Induktif Menurut Hilda Taba untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa. Skripsi. FPMIPA UPI Bandung Luxemburg, J.V dkk. (1987). Tentang Sastra (Penerjemah Akhadiati Ikram). Jakarta: Intermasa.

Mubarrokah, N. (2006). Pengaruh Model Pembelajaran Siklus Belajar Empiris Induktif terhadap Kemampuan Representasi Matematik Siswa SMP: Suatu Penelitian terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Bandung. Skripsi. FPMIPA UPI Bandung.

Rahmawati, D.R. (2016). Penerapan Model Taba pada Pembelajaran Matematika Materi Belah ketupat dan Layang-Layang di Kelas VII SMP. Jurnal MATHEdunesa Vol. 3 No. 5 tahun 2016.

Sumarjo, J. (1995). Sastra dan Masa. Bandung: Penerbit ITB Bandung.

Sumarjo, J., Saini K.M. (1997). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sayuti, S.A. (1985). Puisi dan Pengajarannya. Semarang: IKIP Semarang Press.

Warimun, E.S.(1997). Efektivitas Model Pengajaran Induktif dalam Meningkatkan Prestasi Belajar, Motivasi Berprestasi, dan Sikap Siswa terhadap Pelajaran Fisika. Tesis. PPS IKIP Bandung.

Warsiman. (2016). Membumikan Pembelajaran Sastra yang Humanis. Malang: UB Press.

Warsiman. (2015). The Development of Inductive in Learning Poetry Apreciation. Jurnal IJLEG (International Journal of Social and Local Economic Governance. Vol. 1, No. 1, 75-84.

Article Metrics
Abstract views: 42
pdf downloads: 51
Published
2020-07-30
How to Cite
Warsiman. (2020). UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI PUISI MELALUI MODEL TABA. Jurnal Metamorfosa , 8(2), 177-190. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v8i2.1138
Section
Articles