NILAI MISTIS DAN MITOS YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN

(Kajian Antropologi Sastra)

  • Rerin Maulinda Universitas Pamulang
Keywords: Literary Anthropology, Mystical Values, anda Myths

Abstract

A work has a distinctive existence by showing the differences of human fajta, namely the social and economic system. In addition, a work containing cultural undue will be closely related to the customs of certain norms and beliefs. This can be seen in the novel titled KKN In Dancer Village which contains mystical and mythical values using the study of literary anthropology nyoman Kutha Ratna theory. One form of the author's expression is his imaginative thinking and intuition about the points of mystical values and myths that exist in the novel and what it has to do with the real world. Literary anthropology is used to analyze these oin-points. The method used in this research is qualitative descriptive method. Data collection techniques using note-reading techniques and library study techniques. The results of literary anthropology research with mimesis approach show as follows. First, some of the pieces of the story experienced by the characters are directed at mystical things that then give rise to myths that are finally believed by the characters in the story. Second, the mystical values and myths that occur in each piece of the story sometimes occur and appear in the real world. That means it does happen in the real world, not just fiction.

Abstrak

Sebuah karya memiliki eksistensi yang khas dengan memperlihatkan perbedaan dari fakta manusia, yaitu sistem sosial dan ekonomi. Selain itu, sebuah karya yang mengandung unsur kebudayaan akan berkaitan erat dengan adat istiadat norma-norma dan kepercayaan tertentu. Hal ini terlihat dalam novel berjudul KKN Di Desa Penari yang memuat nilai mistis dan mitos dengan menggunakan kajian antropologi sastra teori Nyoman Kutha Ratna. Salah satu wujud ekspresi pengarang ialah pemikiran dan intuisi imajinatifnya mengenai poin-poin nilai mistis dan mitos yang ada dalam novel dan apa saja hubungannya dengan dunia nyata. Antropologi sastra digunakan untuk menganalisis poin-poin tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat dan teknik studi pustaka. Hasil penelitian antropologi sastra dengan pendekatan mimesis menunjukkan sebagai berikut. Pertama, beberapa penggalan cerita yang dialami oleh para tokoh mrngarah pada hal mistis yang kemudian menimbulkan mitos yang akhirnya diyakini oleh para tokoh dalam cerita. Kedua, nilai mistis dan mitos yang terjadi dalam setiap penggalan cerita terkadang terjadi dan muncul pada dunia nyata. Itu artinya hal tersebut memang terjadi pula dalam dunia nyata bukan hanya cerita fiksi saja.

Kata Kunci : Antropologi Sastra, Nilai Mistis, Dan Mitos

References

Ahimsa, Heddy Shri dan Putra. (2012). Strukturalisme Levi-Strauss Mitos dan Karya Sastra (Cetakan Kedua). Yogyakarta: Kepal Press.

Barthez, Roland. (2017). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa (Cetakan Kedua). Bandung: Percetakan Jalasutra.

Bagus, Lorens. (2000). Kamus Filsafat. Jakarta: PT Gramedia.

Eaglon, Terry. (2006). Teori Sastra : Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Endaswara, Suwardi. (2013). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Jurnal Antropologi. (2016). Nilai Edukasi Mitos Dan Relevansinya Dengan Penanaman Nilai Pada Keluarga Minangkabau Kontemporer: Tinjauan Awal. Padang.

Jurnal Filsafat. (2009). Memaknai Watugunung Dan Oedipus Sang Raja Sebagai Mitos Tentang Waktu Yang Melampaui Waktu. Yogyakarta.

Jurnal Filsafat. (2009). Mitos Penciptaan pada Serat Purwakandha Brantakusuman dan Potensi Kajian Filsafatnya. Yogyakarta

Jurnal Filsafat. (2009). Mitos Penciptaan Pada Serat Purwakandha Rantakusuman Dan Potensi Kajian Filsafatnya. Yogyakarta

Jurnal Ilmu Pendidikan. (2018). Mitos Mendem Ari-Ari Pada Masyarakat Jawa di Desa Sidoharjo Kabupaten Lampung Selatan. Lampung.

Jurnal Kredo. (2019). Kajian Antropologi Sastra Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Banyuwangi Pada Masyarakat Using. Banyuwangi.

Journal of Historical and Cultural Research. (2010). Mitos Dan Nilai Dalam Cerita Rakyat Masyarakat Lampung. kemdikbud.go.id.

Journal of Historical and Cultural Research. (2010). Mitos Nyi Roro Kidul Dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan. kemdikbud.go.id.

Jurnal Papua. (2002). Papua Jurnal Of Social And Cultural Anthopology. Papua.

Jurnal Perspektif. (2020). (Studi Tentang Nilai-Nilai Mistis dalam Agama Sunda Wiwitan di Kampung Pasir Samarang Garut. Bandung

Jurnal Puitika. (2017). Dampak Dan Fungsi Sosial Mitos Mbah Bajing Bagi Kehidupan Spiritual Masyarakat Dusun Kecopotan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jakarta.

Jurnal Substantia. (2011). Pengetahuan Mistis Dalam Konteks Islam Dan Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta.

Jurnal Unnes. (2019). Nilai Mistis Pada Bentuk Pertunjukan Kuda Lumping Satrio Wibowo Di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Solo

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (edisi revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. (2012). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Proses Kreatif. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

__________________. (2018). Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra (cetakan x). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Simpleman. (2019). Novel KKN di Desa Penari (cetakan 1). Jakarta: Bukune.

Sudikan, Setya Yuwana. (2007). Antropologi Sastra. Surabaya: Unesa University Press.

Article Metrics
Abstract views: 206
pdf downloads: 241
Published
2021-02-04
How to Cite
Maulinda, R. (2021). NILAI MISTIS DAN MITOS YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN: (Kajian Antropologi Sastra). Jurnal Metamorfosa , 9(1), 30-41. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i1.1316
Section
Articles