ANALISIS KANDUNGAN, PENAMAAN, DAN MAKNA DARI MAKANAN TRADISIONAL ACEH

  • Lili Kasmini Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Inge Mulyani Universitas Bina Bangsa Getsempena
Keywords: Kandungan, penamaan, makna, makanan tradisional Aceh

Abstract

Makanan tradisional adalah salah satu jenis keanekaragaman budaya. Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, makanan tradisional juga menjadi media untuk menyatakan terima kasih, ritual budaya dan mempererat kekerabatan dalam masyarakat. Penamaan makanan diciptakan oleh manusia sebagai pembeda antara satu dengan lainnya. Penamaan makanan di Aceh sangat unik yang erat kaitannya dengan bahasa. Penamaan ini menjadi suatu pelambangan yang dapat membedakan setiap makanan tradisonal Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan bentuk penamaan makanan tradisional Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah transkip hasil wawancara yang diperoleh dari narasumber tokoh-tokoh adat Aceh. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari teknik pengumpulan yang bersumber dari buku, jurnal, literature dan dokumen lainnya. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah terdapat tiga puluh tujuh jenis makanan tradisonal Aceh yang terdiri dari makanan berat dan makanan ringan. Makanan berat merupakan makanan yang biasanya dihidangkan yang menjadi menu utama. Adapun beberapa macam makanan berat tradisonal Aceh adalah kuah beulanggong , sie reuboh, kuah pliek U,  kuah masam keu’eung, gulai jruek drien, keumamah, gulai kambing, gulai leubu eungkot masen, kanji rumba, dan gulai ikan sembilang. Makanan ringan merupakan jenis makanan tradisional yang disajikan diluar makanan utama. Adapun beberapa macam makanan ringan tradisional Aceh adalah kue timphan, kue bhoi, kue keukarah, kue bunggong kayee, meuseukat, dan kue apam Aceh, rujak Aceh, seuneucah oen, pisang sale, tapee, dan kembang Loyang.  Menurut hasil yang telah dianalisis penamaan makanan tradisonal Aceh berdasarkan bahan yang digunakan, tempat asal pembuatan, serta berdasarkan bentuk pada makanan tradisional tersebut.

Abstract
Traditional dishes is one type of cultural diversity. Apart from its main function as main food, traditional dishes are also a medium for expressing gratitude, performing traditional rituals, and strengthening kinship in society. The naming of food was created by humans to differentiate between one food and another. The naming of food in Aceh is very unique, which is closely related to language. This naming becomes a symbol that can distinguish each of Acehnese traditional dishes. The purpose of this study was to determine the composition and the naming of the Acehnese traditional food. The research design used in this study is descriptive qualitative research. The data were obtained from primary data and secondary data. The primary data was the interview results obtained from different Acehnese traditional figures. The secondary data was obtained from various sources, namely books, journals, literature and other documents. The results of the research showed that there were thirty-seven types of traditional food in Aceh consisting of main food and snacks. Main food is food that’s usually served as the main dishes. There are several kinds of traditional food, namely kuah beulanggong (curry), sie reuboh (curry), kuah pliek U, kuah masam keu’eung, gulai jruek drien, keumamah, gulai kambing, gulai leubu eungkot masen, kanji rumba, and gulai ikan sembilang. Snack is a type of traditional food that was served outside the main dish. There are several types of traditional snacks in Aceh, namely timphan, bhoi, keukarah, bunggong kayee, meuseukat, and apam (Acehnese traditional pancake), rujak, seuneucah oen, pisang sale, tapee, and kembang Loyang. According to the results, the naming of traditional food in Aceh was based on the ingredients, the place of origin, and the shape of the traditional food.

References

Adiasih, P. & Ritzky, K.M.R.B. Persepsi Terhadap Makanan Tradisonal Jawa Timur: Studi Awal Terhadap Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta. Jurnal Kinerja. Vol. 18. No.2. 2015. h. 112-115

Andini, I. D. (2018). Analisis Kesalahan Kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dalam Artikel Kesehatan dan Artikel Hiburan Radar Mojokerto Edisi Bulan Januari-Februari 2018 Serta Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Matapena: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 1. 129-150.

Bahtiyar, A. Y., & Fahmi, A. U. (2017). Analisis Historis dan Filosofis Makanan Tradisional Khas Cirebon dalam Perspektif Multi-Etnik. PLURALISME, MULTIKULTURALISME, 91.

Hartanti, L. (2022). Preferensi Mahasiswa di Kota Pontianak terhadap Makanan Tradisional Kalimantan Barat dan Perbandingan Komposisi Nutrisinya dengan Pangan Siap Saji. Jurnal Mutu Pangan: Indonesian Journal of Food Quality, 9(2), 58-66.

Lubis, I. S., Hasian, R. T. dan Hepridayanti. (2021). Sistem Penamaan dan Makna Pada Makanan Tradisional di Kota Padang Sidimpuan. Jurnal Education and development. Vol. 9. No. 4. h. 607

M. Juanda, S & Nurul, H. (2019). Rancang Bangun Apliksi Sejarah Kebudayaan Aceh Berbasis Android Studi Kasus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Journal of Informatics and Computer Science. Vol. 5. No. 2. h. 149

Mailani, O., Irna, N., dkk. (2022). Bahasa Sebagi Alat Komunikasi Dalam Kehidupan. Kampret Jurnal. Vol.1. No.2. h. 4

Sartika, Br. S., Fauziana, I., & Putri, D. (2022). Pengembangan Desain Ragam Hias Pada Kupiah Riman di Kabupaten Pidie. Jurnal DESKOVI. Vol. 5. No. 2. h.134

Setiowati, I., Syamsul, R., & Puwanti. (2022). Penamaan Pada Nama Unik Makanan di Kota Samarinda: Kajian Semantik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Seni Budaya. Vol.6. No.2 h. 717

Simatupang, L & Ria, S. (2023). Kajian Penamaan Kuliner di Balikpapan Menggunakan Teori Semantik Ogden-Richard. JSHP. Vol. 07. No.1. h.30

Siti, R., Elfiana., Syahirman, H. 2023. Analisis Finansial Kue Tradisional Aceh di Desa Cot Batee Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen (Studi Kasus: UD. Bungong Jaroe) Jurnal Sains Pertanian. Vol. 7. No. 1. h. 22

Article Metrics
Abstract views: 45
PDF downloads: 42
Published
2023-08-28
How to Cite
Kasmini, L., & Mulyani, I. (2023). ANALISIS KANDUNGAN, PENAMAAN, DAN MAKNA DARI MAKANAN TRADISIONAL ACEH . Jurnal Metamorfosa , 11(2), 145-161. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v11i2.2272
Section
Articles