EVALUASI KEMAMPUAN KONDISI FISIK DOMINAN PADA ATLIT PENCAK SILAT PERGURUAN GERAK ILHAM KABUPATEN ACEH BESAR
DOI:
https://doi.org/10.46244/penjaskesrek.v2i1.736Keywords:
Kemampuan, Kondisi Fisik, Atlet Pencak SilatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan kondisi fisik dominan atlet pencak silat Perguruan Gerak Ilham Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pencak silat Perguruan Gerak Ilham Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 13 orang, mengingat jumlah populasi lebih dari 100 maka peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel sebanyak 10 %. Teknik pengambilan sampel menggunakan secara acak (random sampling). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes,(1) tes daya tahan jantung paru diukur dengan menggunakan tes Balke lari 15 menit,(2) tes daya tahan otot lengan dan tungkai diukur dengan menggunakan tes pull up, sit up, squat jump,(3) tes kekuatan lengan diukur dengan pull and push dynamometer,(4) tes kekuatan tungkai diukur dengan leg dynamometer,(5) tes kelincahan diukur dengan menggunakan tes lari bolak-balik 4x10 meter,(6) tes kecepatan diukur dengan menggunakan tes lari 30 meter. Data diolah menggunakan statistik dalam bentuk perhitungan nilai rata-rata dan persentase. Hasil rata-rata dalam penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) tes balke lari 15 menit (X=56,63), dikatagorikan baik,(2) tes pull up 1 menit (X=12,11), dikategorikan sedang, (3)tes gantung siku tekuk untuk putri (X= 18,6)dikatagorikan kurang, (4) tes sit up 1 menit (X=44,1), dikatagorikan sedang, (5) tes squat jump (X=58,3) dikatagorikan baik,(6) tes lari 30 meter (X=4,6) dikatagorikan baik (7) tes pull dynamometer (X=20,2) dikategorikan kurang, (8) tes push dynamometer (X=27,0) dikatagorikan sedang,(9) tes leg dynamometer (X=112,4) dikatagorikan kurang, (10) tes lari bolak-balik 4 x10 meter (X=13,4) dikatagorikan baik. Dari analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan kondisi fisik dominan pada atlet pencak silat Perguruan Gerak Ilham Kabupaten Aceh Besar tahun 2014 berada pada kategori baik.
References
Guba dan Lincoln. (1981). Metodelogi Penelitian Kualitatif, Penerbit Angkasa, Bandung
Harsono. (1988). Coaching dan aspek – aspek psikologi dalam coaching. Jakarta, PT. Dirjen Dikti P2LPT
Irianto (2010). Fungsi makanan bagi tubuh manusia. Jakarta.
Joko subroto (1994). Pembinaan Dan Pembentukan Unsur – Unsur Fisik. Jakarta.
Moeslim, mochamad (2003. Pengukuran dan evaluasi pelaksanaan program pelatihan cabang olahraga “perkembangan olahraga terkini”, Jakarta
Pusat Kesegaran Jasmani Dan Rekreasi. (1977). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta
Pondok pustaka PB IPSI (2000).Periode Pengembangan Pencak Silat. Jakarta.
R. Kotot Slamet Hariyadi (2002). Teknik Dasar Pencak Silat Tanding, Jakarta, Penerbit PT. Dian Rakyat
Sajoto, M. (1995). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta,
Sajoto, M. (1988). Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga, Jakarta, proyek pengembangan lembaga pendidikan
Suharsimi Arikunto. (2004). Evaluasi pendidikan, http://evaluasi pendidikan. Blogspot.com/2008/03/evaluasi-program-sebuah-pengantar-html
Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, PT Asdi Mahasatya.
Sudijono. (1987). Statistik Deskriptif dalam Ilmu Pendidikan, Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















