PENDATAAN, PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA PENDIDIKAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN DARI TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN 2012
DOI:
https://doi.org/10.46244/visipena.v4i1.115Abstract
Proses pembelajaran pendidikan jasmani di Kabupaten Aceh Selatan pada umumnya berjalan belum efektif. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran jasmani masih belum memadai. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul pendataan, pemetaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dan mengetahui peningkatan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dengan jumlah sampel 18 sekolah. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian survei. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan format observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mentabulasi hasil pengamatan ke dalam tabel dan grafik untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan masih belum memadai. Keberadaan sarana dan prasarana untuk materi senam, atletik, sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis dan tenis meja berada pada kategori kurang lengkap. Sedangkan untuk materi tenis lapangan, bela diri, dan renang berada pada kategori tidak lengkap. Adapun pemetaan keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan masih belum merata untuk setiap sekolah penelitian.
Downloads
References
KEMENEGPORA (2010). Penyajian Data dan Informasi Statistik Keolahragaan. Jakarta: KEMENEGPORA.
Nasution, Rozaini. (2003). Teknik Sampling. Digitized by USU digital library. www.google.com
PDPJOI (2010). Program Pendataan Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: KEMENEGPORA
Saebani, Beni, A. (2008). Metode Penelitian. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Oepartono, (2000). Sarana dan Prasarana Olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. www.google.co.id.
Soekatamsi dan Srihati, Waryati. (1996). Prasarana dan Sarana Olahraga. Surakarta: UNS Press. www.google.co.id
Sudijino, Anas. 2006. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Sugiyanto (2008). Mengkaji Ilmu Geografi 3. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Supranto. J. (2000). Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Suyanto. (2007). Pengembangan Tripilar Olahraga Berbasis Sinergi Untuk Menggapai Prestasi Menuju Masa Depan Sejahtera. http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com.
Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, (2008). UU RI No. 3 Th. 2005. Jakarta: Sinar Grafika. http;//www.google.com.
Waluya, Bagja., (2006). Memahami Geografi SMA/MA. Jakarta: Depdiknas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










1_(1)1.png)









