Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Remediasi Miskonsepsi Suhu dan Kalor Di SMA
Keywords:
Diagnostic feedback, interactive learning media, misconceptions, remediation, temperature and heatAbstract
Miskonsepsi pada materi suhu dan kalor masih menjadi masalah yang sering dijumpai dalam pembelajaran fisika di SMA, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk mengatasinya melalui pengembangan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran interaktif untuk remediasi miskonsepsi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui angket analisis kebutuhan terhadap 40 siswa kelas XI dari dua sekolah berbeda di Jakarta, wawancara mendalam dengan tiga guru fisika, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,5% siswa membutuhkan media yang dapat menjelaskan kesalahan dan memberikan penjelasan langsung ketika melakukan kesalahan, yang mengindikasikan bahwa siswa tidak hanya menginginkan jawaban benar atau salah, melainkan juga pemahaman mendalam tentang konsep yang sebenarnya. Sebanyak 95% siswa menyatakan bahwa media interaktif dapat membantu pemahaman materi suhu dan kalor serta menginginkan respons langsung terhadap jawaban mereka, menunjukkan kebutuhan akan interaksi dua arah dalam proses pembelajaran. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa miskonsepsi dominan terjadi pada konsep perbedaan suhu dan kalor serta asas Black, yang bersumber dari pengalaman sehari-hari dan pembelajaran sebelumnya yang kurang tepat. Meskipun guru telah menggunakan berbagai media seperti simulasi PhET dan eksperimen langsung, upaya remediasi yang dilakukan belum optimal karena keterbatasan media yang dirancang khusus untuk membenarkan miskonsepsi. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif yang dilengkapi fitur simulasi visualisasi konsep abstrak, umpan balik langsung, dan latihan soal kontekstual untuk mendukung remediasi miskonsepsi secara mandiri oleh siswa.
References
Alfisyahrina, F., Djudin, T., & Mursyid, S. (2014). Remediasi miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor menggunakan model PBL di MAN. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(2), 1-10.
Asmin, L. O., & Rosdianti, R. (2021). Analisis miskonsepsi siswa SMA Negeri 04 Bombana dengan menggunakan CRI pada konsep suhu dan kalor. Konstan: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika, 6(2), 80-87. https://doi.org/10.20414/konstan.v6i2.93
Firmanto, F., Djudin, T., & Arsyid, S. B. (2021). Remediasi miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor menggunakan strategi predict-observe-explain. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 10(2), 1-10.
Fitriyah, L., & Kholiq, A. (2024). Analisis kebutuhan media pembelajaran fisika SMA berbasis teknologi dan non teknologi pada era revolusi industri 4.0. Inovasi Pendidikan Fisika, 13(3), 162-167.
Hara, A. K., Astiti, K. A., & Lantik, V. (2023). Analisis penguasaan konsep fisika pada materi suhu dan kalor pasca pembelajaran online di kelas XI SMA Negeri 12 Kota Kupang. Jurnal Ilmu Pendidikan STKIP Kusuma Negara, 14(2), 118-126.
Kapul, M., Lantik, V., & Astiti, K. A. (2023). Analisis miskonsepsi siswa dan alternatif remediasinya pada konsep suhu dan kalor. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia, 13(1), 17-23.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muttasyabiha, M., & Mufit, F. (2024). Analysis of the needs of cognitive conflict-based teaching materials integrated with augmented reality on heat. Physics Learning and Education, 2(3). https://doi.org/10.24036/ple.v2i3.151
Nuraziza, Takda, A., & Galib, L. M. (2025). Pengembangan media pembelajaran kartu domino fisika pada materi suhu dan kalor kelas XI SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika, 10(1), 26-33.
Permatasari, E. C., Hermawan, A., Supriyadi, Masturi, & Linuwih, S. (2023). Efektivitas media pembelajaran audio visual berbasis kinemaster bermuatan STEM terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor. Unnes Physics Education Journal, 12(2), 127-137.
Riduwan. (2010). Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula. Alfabeta.
Sofianto, E. W. N., & Irawati, R. K. (2020). Upaya meremediasi konsep fisika pada materi suhu dan kalor. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 2(2), 106-124. https://doi.org/10.21093/sajie.v2i2.2194
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Tanggira, T., Subagiyo, L., & Hakim, A. (2022). High school students' misconceptions on materials of temperature and heat using three-tier diagnostic tests assisted by live worksheets. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 10(1), 1-8. https://doi.org/10.20527/bipf.v10i1.11378
Yulia, R., Surahman, E., & Nana. (2023). Development of interactive multimedia using android-based iSpring suite and integrated web quiz Kahoot for temperature and heat material. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 7(3), 544-557. https://doi.org/10.20527/jipf.v7i3.9000
Zulfira, R., Halim, A., Khaldun, I., Mahzum, E., Nazar, M., & Kasli, E. (2024). The effect of interactive learning media using visual basic for application excel spreadsheet to reduce misconception in physics learning. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(1), 28-36. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i1.6387
Published
Versions
- 2026-11-02 (3)
- 2026-11-02 (2)
- 2026-10-31 (1)
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khadijah Azahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).















