BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
DOI:
https://doi.org/10.46244/numeracy.v3i1.195Keywords:
Berpikir Reflektif, Pemecahan Masalah, Gaya KognitifAbstract
Salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. Pemecahan masalah matematika merupakan suatu proses atau sekumpulan aktifitas siswa yang dilakukan untuk menemukan solusi dari masalah. Dalam memecahkan masalah matematika, perbedaan karakteristik siswa perlu mendapat perhatian guru. Salah satu karakteristik yang penting untuk diperhatikan guru adalah gaya kognitif. Hal ini dikarenakan bahwa gaya kognitif berhubungan dengan cara penerimaan dan pemrosesan informasi seseorang, sehingga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana berpikir reflektif siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gaya kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua siswi kelas VIII SMP Al-Azhar Menganti-Gresik Jatim. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen MFFT. Kemampuan matematika yang relatif sama serta kesediaan siswa juga menjadi pertimbangan dalam memilih subjek, kemudian peneliti memberikan TPM dan wawancara kepada setiap subjek. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berpikir reflektif subjek yang bergaya kognitif reflektif dan subjek yang bergaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah matematika adalah berbeda. Dalam melaksanakan tahapan pemecahan masalah matematika, subjek yang bergaya kognitif reflektif terlihat sangat berhati-hati dalam setiap tahapannya. Sehingga saat terjadi kesalahan subjek yang bergaya kognitif reflektif sadar akan kesalahannya dan memperbaiki kesalahan tersebut. Sedangkan subjek yang bergaya kognitif impulsif cenderung cepat dan kurang berhati-hati dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Sehingga ketika terjadi kesalahantidak menyadarinya.
References
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas
Dewey. 1909. How We Think. New York: Publik Library
Lee, Jin-Hea. 2005. Understanding and Assessing Preservice Teachers’ Reflective Thinking. USA. 21. 699-715
Muin, Abdul. 2011. The Situations That Can Bring Reflective Thinking ProcessIn Mathematics Learning. International Seminar and the Fourth National Conference on Mathematics Education.Department of Mathematics Education, Yogyakarta State University.
Panjaitan, Binur. 2012. Profil kognitif Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif dan Gender. Surabaya: Disertasi (UNESA).
Patronis, T, and A. Gagatsis. 1990. Using Geometrical Models In a Process of Reflective Thinking In Learning and Teaching Mathematics. Journal Educational Studies in Mathematics, Vol. 21. 29-54
Polya, G. 1973. How To Solve It. Princenton, New Jersey: Princenton University Press.
Ratumanan, T. G. 2003. Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SLTP di Kota Ambon. Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 5, No. 1, 1 – 10.
Skemp, R. 1982. The Psycology of Learning Mathenatics. USA. Peguin Books.
Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor Yang Memengaruhi. Jakarta: Reneka Cipta
Soedjadi, R. 2007. Masalah Kontekstual Sebagai Batu Sendi Matmatika Sekolah.Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA
Warli. 2010. “profil Kreativitas siswa Yang Bergaya Kognitif Reflektif dan Siswa Yang Bergaya Kognitif Impulsif Dalam Memecahkan Geometri”. Disertasi Doktor, Unesa Surabaya.
Woolfolk, Anita E. 1998. Educational Psychology. Singapore: Allyn and Bacon.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access Authors who publish with Numeracy Journal agree to the following terms
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

.png)














