PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH VERSUS KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA
DOI:
https://doi.org/10.46244/numeracy.v1i1.92Keywords:
Kemampuan memecahkan masalah, metode kooperatif tipe jigsaw, pembelajaran berbasis masalahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah siswa setelah diajarkan dengan kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran berbasis masalah (PBM) pada pokok bahasan aritmatika sosial. Jenis penelitian ini adalah quasi- eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Putri Betung. Sampel terdiri dari 68 orang yaitu siswa kelas VII-8 sebagai kelas kooperatif tipe jigsaw dan siswa kelas VII-9 sebagai kelas pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan jumlah siswa masing-masing berjumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan instrumen berupa tes uraian yang telah valid dengan reliabilitas tinggi yaitu 0,710 dengan jumlah soal sebanyak 5 butir. Nilai rata-rata hasil pretes pada kelas Jigsaw 22,06 dan nilai rata-rata hasil pretes kelas PBM 19,32. Dari uji hipotesis data pretes kedua sampel diperoleh thitung = 1,087 < ttabel = 1,669, artinya H0 diterima sehingga tidak ada perbedaan kemampuan awal pada kedua kelas. Nilai rata-rata hasil postes pada kelas Jigsaw 30,12 dan nilai rata-rata hasil postes kelas PBM 25,24. Dan uji hipotesis data postes kedua sampel diperoleh –ttabel (-1,669) < thitung (1,821) < ttabel (1,669), artinya H0 ditolak dan Ha diterima sehingga ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada kedua kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemamapuan pemecahkan masalah siswa yang diajar dengan menggunakan kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran berbasis masalah (PMB) pada pokok bahasan aritmatika sosial.
References
Arikunto, (2009), Prosedur Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta
Hudojo, (1988), Mengajar Belajar Matematika, Penerbit Depdiknas Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembangunan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta. Hal 3
Isjoni, (2009), Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antara Peserta Didik, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Krismanto, A., (2003), Beberapa Tehnik, Model, Strategi Dalam Pembelajaran Matematika, DEPDIKNAS, Yogyakarta.
Mudjiono (2002), Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta
Nurhadi (2004), Kurikulum 2004, Pertanyaan dan Jawaban, UM Press, Malang Nasution, S., (1982), Berbagi Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar.
Remaja Rosda Karya. Bandung Slameto, (1987), Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Poerwardarminta (1996), Kamus Bahasa Indonesia. Cipta Media. Surabaya,
Rusman, (2010), Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.
Sudijono (2009), Mengantar Evaluasi Pendidikan. Rajawali Pres. Jakarta.
Suharyanto (http://smu-net.com.2008)
Tim Dosen PPD (2009), Perkembangan Peserta Didik. UNIMED. Medan
Tim SBM, (2009), Strategi Belajar Mengajar. UNIMED. Medan,
Trianto, (2007), Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivisme, Prestasi Pustaka, Jakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access Authors who publish with Numeracy Journal agree to the following terms
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

.png)














